US Numeric Size
Waist
US Denim Size
Hip
Chest

Flash Sale end in:

150 in stock (can be backordered)
We want you to be happy with your purchase and we apologize if it is not. For whatever reason that you are not satisfied, we would be most happy to provide exchanges and returns for all items purchased from us if the following conditions are met.
All exchanges and returns would need to be raised within 10 days of the invoice date for Singaporeorders, and 20 days for overseas orders. For local deliveries, there is an option to exchange at any of our boutiques within Singaporeor through our online portal at www.company.com. All requests for returns however, would need to be strictly made online at www.company.com for both local and overseas deliveries.
All exchanges and returns would need to be raised within 10 days of the invoice date for Singaporeorders, and 20 days for overseas orders. For local deliveries, there is an option to exchange at any of our boutiques within Singaporeor through our online portal at www.company.com. All requests for returns however, would need to be strictly made online at www.company.com for both local and overseas deliveries.
Sekali Palu Dijatuhkan, Sekali Nurani Dipertaruhkan
Penulis :
Dr. Aris Prio Agus Santoso, SH.,MH
ISBN : …………………
Editor :
Assoc. Prof. Dr. Rina Arum Prastyanti, SH.,MH
Penyunting :
Assoc. Prof. Dr. Rina Arum Prastyanti, SH.,MH
Devangga Darma Karingga., S,Kep, Ns, M.Kep dan Tim
Jumlah halaman :
89 halaman
Sinopsis :
Sekali Palu Dijatuhkan, Sekali Nurani Dipertaruhkan adalah sebuah refleksi mendalam tentang makna kekuasaan kehakiman yang sering kali disederhanakan menjadi sekadar prosedur dan pasal. Buku ini mengajak pembaca menelusuri ruang sunyi di balik ketukan palu hakim, yaitu ruang tempat hukum bertemu dengan nurani, dan keadilan diuji bukan hanya oleh teks undang-undang, tetapi oleh keberanian moral manusia yang menegakkannya. Melalui pembahasan filosofis, yuridis, dan sosial, buku ini menegaskan bahwa setiap putusan pengadilan bukan hanya peristiwa hukum, melainkan peristiwa kemanusiaan yang meninggalkan jejak panjang bagi pencari keadilan, masyarakat, dan sejarah hukum itu sendiri.
Dengan bahasa yang reflektif namun tajam, buku ini memotret ketegangan abadi antara kepastian hukum dan keadilan substantif, antara legalisme yang kaku dan rasa adil yang hidup dalam masyarakat. Pembaca diajak memahami bahwa hakim bukanlah sekadar pelaksana norma, melainkan aktor etis yang memikul tanggung jawab intelektual dan moral. Di sinilah pesan utama buku ini ditegaskan: idealisme hakim bukanlah penyimpangan dari hukum, melainkan jantung dari keadilan itu sendiri ketika hukum menghadapi kekosongan, kekaburan, dan ketidakadilan formal.
Buku ini juga menyampaikan pesan moral yang kuat tentang keberanian untuk adil. Seperti peribahasa “Fiat justitia ruat caelum” (biarlah keadilan ditegakkan sekalipun langit runtuh). Buku ini menegaskan bahwa keadilan tidak boleh dikorbankan demi kenyamanan, tekanan kekuasaan, atau opini sesaat. Peribahasa lain, “Adil tidak harus sama, tetapi menempatkan sesuatu pada tempatnya,” menjadi benang merah yang mengingatkan bahwa keadilan sejati lahir dari kebijaksanaan, empati, dan kejujuran nurani. Melalui sinergi antara hukum, etika, dan kemanusiaan, buku ini diharapkan mampu menggugah kesadaran pembaca bahwa sekali palu dijatuhkan, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib para pihak, tetapi juga martabat hukum dan nurani kita bersama.


Want exclusive access to discounts & offers on premium brands?
Reviews
There are no reviews yet